Bacalah.... Tulislah...

Minggu, 31 Juli 2011

Posted by subiajakokrepot... 7/31/2011 12:30:00 AM No comments

 ^-^
Salam semuanya...
Berjumpa lagi dengan catatan saya yang amburadul antara SPOnya. Tapi, ah, ga masalah daripada dipendem.. hahahaha :D

Ini tentang sebuah pilihan kata:

Dialog 1
anak: Yah, beliin mobil-mobilan dong... temen-temenku semua sekarang mainnya mobil-mobilan. Ada bis, truk, bemo,
ayah: Kok mintanya sama ayah Nak?
anak: Kan Ayah yang punya duit.
ayah: Nak, minta itu sama Tuhan nak. Kalau Tuhan meridhoi, ayah akan puya duit untuk membeli mobil-mobilan buatmu nak. 

 
 


Dialog 2:
anak: Yah, beliin mobil-mobilan dong... temen-temenku semua sekarang mainnya mobil-mobilan. Ada bis, truk, bemo,
ayah: Kok mintanya sama ayah Nak?
anak: Kan Ayah yang punya duit.
ayah: Nak, ayah punya duit karena bekerja, jadi kalau ananda mau mobil-mobilan, bekerja ya...


Percakapan yang (ke)mungkin(an besar) terjadi sehari-hari antara anak dan ayah (orang tua, mungkin ibu juga, ngepasi yang tak buat contoh ayah). Secara tak langsung hal tersebut akan membentuk pola pikir anak. Banyak dari kita (termasuk saya) mungkin sering kalau bicara asplak (asal njeplak, bunyi) a.k.a tidak berpikir efek selanjutnya bagi anak. Nah, pemicu saya menulis ini adalah obrolan saya bersama seseorang yang merupakan produk 'dialog 1'. Beliau sungguh berbeda sekali dalam menyikapi hidup. Beliau benar-benar pasrah apa kehendak Tuhannya dan beliau berusaha untuk selalu meminta kepadaNYA. Berbeda sekali dengan produk dari 'dialog 2', karena berpikir bahwa semua harus diusahakan dengan bekerja, maka mereka berpikir tentang bagaimana mendapatkan uang dan uang. Tanpa merasa bahwa sebenarnya hidup ini ada yang mengaturnya, SANG DESAINER TUNGGAL. 

Pastinya pengalaman hidup yang membentuknya, sehingga semua berjalan apa adanya. Apakah itu merupakan takdirNya atau bukan, hanya DIA yang tahu. Benarkah? Salahkah? Saya tidak bisa menghakimi begitu saja. Karena sejarahlah yang lebih tahu dari apa mereka semua terbentuk. ^-^ Jadi, monggo yang mau memberi pencerahan kepada cara berpikir saya ini. Apapun itu... ^_^

Reaksi:

0 komentar:

Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter